Skip to main content

Posts

Aku mau mama sembuh , I LOVE U INANG

Ia adalah ibuku, ibu yang sangat aku banggakan ! Sekilas ia memang nampak seperti manusia normal, tak ada satupun keanehan yang menonjol dari fisiknya layaknya manusia normal. Namun jika anda mau mencoba mendekatkan diri secara fisik dengannya, maka anda akan merasakan suatu ‘keanehan’ dari fisiknya. Tangan dan tubuhnya bergetar sewaktu-waktu tanpa ia sadari. Bagi orang-orang yang tidak mengenalnya mungkin akan terkejut dengan kebiasaannya, namun bagi saya puterinya, tidak ! Penyakit yang sudah puluhan tahun dirasakan oleh ibuku merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan syaraf. Suatu ketika aku pernah memberanikan diri bertanya pada seorang dokter di sebuah Rumah Sakit Swasta di kotaku mengenai penyakit yang dideritanya dan dokter menjelaskan bahwa penyakit tersebut bernama TIK. Sejenis penyakit syaraf yang sejenis dengan latah. Latah pada umumnya berupa pengulangan pengucapan dan akan terjadi apabila ada kejadian yang mengejutkan. Namun   TIK berbeda, memang latah...

Alanda Kariza : Ibuku, kartiniku

Hasil wawancara saya dengan Alanda Kariza 1. Anda sudah mencetak beberapa prestasi, khususnya di bidang jurnalistik. Menurut anda pribadi apa itu prestasi? Menurut saya pribadi, prestasi adalah kemampuan yang dilakukan oleh setiap individu dalam mengekplorisasi kelebihannya. Dan apa yang telah dilakukan, dapat menjadi inspirasi untuk orang lain. 2. Pada tahun lalu, anda meraih penghargaan Ashoka Young Changemakers Awards 2010,   yang diperuntukkan sebagai penghargaan untuk anak muda yang melakukan ide kreatif di bidang pemenuhan Hak Asasi Manusia. Dan anda juga pernah mewakili Indonesia dalam Studi Institut AS untuk Mahasiswa Pemimpin Isu Lingkungan Global. Apa makna penghargaan tersebut untuk anda ? Bagi aku, kedua hal tersebut bukanlah bentuk dari sebuah prestasi melainkan sebuah kesempatan baru yang berharga. Sebab disana saya mendapat banyak koneksi, mendapatkan berbagai ilmu dari Workshop, dapat belajar berbagai karakter suku bangsa, dan tentunya k...

kau, si KETERBATASAN

Keterbatasan, ia adalah ketidak mampuanku mengantarkan impian dalam gerbang penyempurnaan. Kereta ciujung, raboe duapuluhaprilduaribusebelas Aku tersesat Berdiri diatas lahan entah milik siapa Milikku ? Milikmu ? Menyelami relung ambisi Obsesi yang terlewatkan Angan berhembus tak menyapa kata, fakta Aku-Mau-Itu ! Kataku aku mampu Kataku aku mau Kataku aku maju Namun katanya, aku tak mampu tak mau tak maju Si keterbatasan- Ia yang berseru padaku Aku-Mau-Itu Dongeng lama ; Aku tak mampu tak mau tak maju KARENA AKU TERSESAT DALAM KETERBATASAN

pria sipit :'(

aku hanya ingin mengenalmu sama seperti saat kita saling belajar mengenal satu sama lain, bukan dirimu kini- Hari ini saya masih menangis, sama seperti malam kemarin. Saya memasang lagu agnes monica - karena ku sanggup sebagai teman kesedihan saya malam ini. Saya sedih dan benar-benar berlarut dalam kesedihan. Di pikiran saya hanya satu : "Dia yang salah atau saya yang salah?" Setau saya dia yang salah, namun mengapa dia tak kunjung menghubungi saya hanya tuk menanyakan kabar. Malahan terakhir saya cek facebooknya, dia baru saja add perempuan cantik untuk jadi teman barunya. Saya tahu, bahwa akun tersebut, akun facebook palsu. Langsung saja saya block user, cemburu !! Jujur saja saya katakan, saya amat sangat menyayanginya dan tak menutup kemungkinan saya sangat berharap suatu saat kelak kami akan membangun sebuah istana kehangatan yang bernama keluarga. Seluruh teman-teman saya tahu bahwa saya sangat menyayanginya, namun mengapa dia tak pernah sadar betapa penti...

Jas Hujan Berkepala 2

di atas si Mio Biru bersama Angel Hari ini hari Rabu, hari yang biasa saja menurut saya, ya karena memang tak ada sesuatu yang berbeda seharusnya. Namun saya baru ingat bahwa saya harus menggantikan peran Ibu saya, MENGAMBIL RAPORT kedua adik saya. Yang satu masih kelas 3 SMP, dan yang satu lagi kelas 6 SD, si bontot Monica. Sebenarnya ibu saya tidak terlalu sibuk, namun beliau memang malas untuk mengambil rapot. Entah apa alasannya, padahal prestasi kami ( keempat anaknya ) biasa saja kok, tidak sampai pada level 'membuat AIB keluarga' hahaha Setelah mengambil rapot blablabla dan bla, sampailah pada saat yang berbahagia ( what?? glek ! seperti teks UUD 45 hahaha ) .Okeh, tepat setelah saya mengambil raport, saya bergegas mengendarai si Motor Matic Sexy menuju Giant Villa Melati Mas, disana mobil Honda Jazz milik Angel (my partner of crime) dan kami pun bergegas ke rumah. Karena angel mau menitipkan mobilnya di rumah saya. Setelah sampai di rumah, kami pun segera pergi tent...

FIF Nongkrong di Kampus

Huaii !! Beberapa waktu lalu, saya sempat menghadiri FIF NONGKRONG DI KAMPUS yang diadakan di UNAS (Universitas Nasional) pada tanggal 11 november 2010. Event ini hanya diadakan di Empat kampus yaitu : 1.UIN(Universitas Islam Negri) 2.UNAS(Universitas Nasional) 3.Universitas Pancasila dan ; 4.Universitas Dharma Persada. Event yang disponsori oleh Federal International Finance(FIF) Kredit Resmi Sepeda Motor HONDA ini, enggak hanya membuka stand untuk mengkreditkan produknya. Tetapi bertujuan mulia yaitu untuk penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Wasior, Merapi, dan lain-lain. Saya turut memberikan acungan jempol deh untuk event ini, karena bener-bener acara anak muda banget ! Selain anak muda bisa memamerkan kebolehannya, disini anak muda diuji rasa kepeduliannya terhadap sesama, selain itu anak muda ditantang untuk mengikuti games-games seru dan menarik yang tentunya sangat membutuhkan rasa PeDe yang tinggi. Di event ini, Mcnya sang...

Dedaunan Gugur di st.Palmerah

Stasiun palmerah, sekitar pukul 17.40 wib, bersama teman sekelas PR saya, namanya shinta. Saya melihat diam-diam daun yang ada dihadapan saya ini berjatuhan, entah apa jenis pohonnya, saya kurang paham. Yang saya tahu hanyalah daunnya berserakan dimana-mana. Sebenarnya hal itu tak begitu menyita perhatian saya, tak juga dengan pandangan saya. Saya pun segera beranjak dari tempat duduk saya, yang terbuat dari bahan rel bekas, mungkin sudah usang dan tak aman lagi untuk dipergunakan sebagai landasan kereta api. Bahaya takutnya. Sekitar kurang lebih satu jam perjalanan saya di kereta, dan tentunya shinta sudah turun terlebih dahulu, tepat satu stasiun sebelum stasiun giliran saya, stasiun Rawa Buntu. Tetapi ketika saya menghempaskan tubuh saya pada tempat tidur saya, tak sengaja saya meneteskan air mata saya. Saya sedih dan sangat terjatuh dalam kepiluan. Karya saya tak lebih dari daun-daun sampah yang berserakan di stasiun tadi. Banyak, namun tak menyita perhatian darinya. E...