Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Dalam memilihmu, aku pun melihat

Suatu hari, saya pernah merungut pada TUHAN. Memohon dikirimkan seseorang di masa lalu, namun dengan sosok yang berbeda. Pertanyaan yang selalu saya pertanyakan pada TUHAN. Hanya satu, dan itu- itu saja. Pria berhati lembut - Dan ternyata, saat ini saya dipertemukan dengan dia. Pria dewasa keturunan Tionghoa bernama Mario. Tionghoa. Seperti menjilat ludah sendiri. Saya kerap menundukkan kepala disaat beberapa teman melontarkan pertanyaan yang sama setiap harinya dengan membabi buta. "Pacar lo sekarang chinese? Katanya lo nggak mau kalo bukan sama-sama Batak ! Jilat ludah sendiri kan lo! " Kalau dipikir-pikir, sederhana saja. Ini hanya perkara pilihan. Memilih bersikeras mempertahankan ideologi yang memenjara kebahagiaan jiwa atau memeluk erat kebahagiaan dengan meruntuhkan benteng yang entah siapa nantinya yang menghakimi. Andai hidup dapat memilih perjalanan sesuai ketukan hati, mungkin terasa terlalu tawar. Mau tidak mau, kita harus siap melen

Masih ada pisau yang menjaga

Satu hal yang sangat menyakitkan menjadi orang kuat adalah tidak satu orang pun peduli untuk bertanya padamu, "apakah kamu terluka?" Saya teringat dengan sebuah percakapan kecil dengan seorang Pendeta di bulan Juli 2013. Sedikit terdengar 'asing' ya, seorang saya bertukar pikiran dengan seorang pemuka agama. Tapi ya kembali lagi, manusia tetaplah manusia. Selalu ada sisi hitam dan putih. Okay, singkat cerita. Pada saat itu, seperti biasa, hari Sabtu malam (malam Minggu) saya menghadiri sebuah pendalaman Alkitab di Gereja. Entah beruntung atau tidak, saya adalah jemaat pertama yang hadir sangat awal. Tidak seperti biasanya, saya selalu menjadi 'guess star' lantaran terlambat hadir. Tibalah percakapan kecil yang cukup memecahkan suasana kikuk antara saya dan Pak Pendeta... Pendeta : Karunia apa kabar? Saya       : Baik Pak. Bapak sendiri? Pendeta : Puji TUHAN baik. Saya senang kamu sudah pulang. Saya       : Hah kok Bapak tau sih saya

You ain't seen nothing like me yet

Saat dunia membaca keceriaanku adalah gambaran hati yang seutuhnya. Namun sesungguhnya ada serpihan yang masih ku bawa kemanapun kaki ini melangkah. Bersikeras membuat dunia menganggapku dalam keadaan baik, meski dalam hati ada kekosongan yang belum terisi. Disini, aku berteriak. Sadarilah, hanya ini tempatku mengadu, menelanjangi diri dalam semak-semak kepalsuan. Pahamilah. Aku sadar, kepedihanku saat ini tak bisa kubagi. Karena kau pernah hadir, meski sesaat. Dan kabar terakhir kudengar, kau akan mengarungi hidup bersama dia yang lain. Pergilah. Meski yang masih terngiang dalam benakmu hanyalah isak tangisku. Salam, Perempuan yang pernah kau titipkan namamu.

I Need You, NOW !

Terlalu banyak hal yang terjadi. Kulalui dan kuhadapi. Tanpa kau. Meski setiap malam aku kerap berteriak, memanggil namamu. Merindukan bahumu, menantikan sandaran yang telah lama hilang. Andai kau tahu, aku akan jauh lebih kuat jika kau ada disini. Meski kita sama-sama tak pernah tahu apa jalan keluar dari setiap permasalahan yang kuhadapi di luar sana. Namun berbagi denganmu, itu lebih dari cukup. Air mataku tidak akan jatuh sampai ke bumi. Karena, aku yakin jemarimu akan menyeka air mataku. I need you, now...

Only.

aku rindu Kapan kita bertemu?

Kau hanya menerima

TUHAN, ini mimpiku. Telah kulayangkan ke angkasa. Terimalah. Gantungkan pada rembulan. Biar cahayanya setia temani ragaku yang lelah. TUHAN, ini mimpiku. Telah kesembunyikan di samudera. Biarkan gelombang ombak yang menghantarkan ke singgasanaMu. Terimalah. Letakkan pada tiap sudut karang. Biar kerasnya setia temani setiap tetesan peluhku.

Mengapa melarangku merokok ?

Mengapa kau melarangku merokok? Toh yang memahami ceritaku hanyalah seutas lintingan tembakau ini. Sedangkan kau? Menyediakan waktumu tuk mendengarkanku saja, tidak. Lantas mengapa kau masih melarangku merokok? Egois !

PECAH !!!

Rasanya mau pergi, ke tempat yang sepi. Hanya ada langit dan bintang. Duduk seorang diri sambil mendengar lagu ini dari smartphone saya. Sesekali kaleng bir dibuka. Tengguk perlahan. Biarkan larut di dalam perut. Kalau sudah sampai di ulu hati, saya biarkan mereka bercengkrama sampai gaduh. Sesekali ulu hati dan hati harus satu suara.

Senangnya jadi MC NOBAR BOLA lagi

Hari ini saya sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak? Niat awalnya ingin mencari tenaga freelance sebagai translator ke salah satu teman saya yang bekerja di media, saya justru ditawari job ngeMC NOBAR BOLA lagi. Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya dikontrak untuk Tiga kali show terhitung bulan Oktober hingga November. Sebenarnya, saya sudah mengetahui bahwa BERITA KOTA SUPERBALL akan menggelar roadshow dalam menyambut piala dunia 2014. Wacana tersebut pernah dibicarakan dengan Rico Ceper pada saat saya berduet ngeMC. Namun saya tidak menduga bahwa saya dipercayai untuk tampil kembali karena saya rasa performa saya pada saat itu kurang memuaskan. Namun TUHAN memang tidak pernah tidur. Terima kasih, TUHAN. Nah untuk para pembaca yang tidak sempat menyaksikan saya ngeMC, berikut videonya. Check this out guys :)

BINUS CENTER menggelar seminar SAP Perdananya ; ”Kupas Tuntas SAP: Sales Distribution & Material Management”

Ciri khas diri kita, terdapat dalam kualitas pekerjaan kita. Pernyataan dari Sidney Newton Bremer tersebut seakan menjadi cerminan bila melihat antusias para peserta yang hadir dalam seminar yang diselenggarakan oleh BINUS CENTER  dengan bertajuk ”Kupas Tuntas SAP: Sales Distribution & Material Management” . Bagaimana tidak? Para peserta sengaja mengorbankan hari libur mereka demi menghadiri seminar yang digelar pada hari Sabtu, 31 Agustus 2013 di lobby lantai 6, BINUS INTERNATIONAL Kampus fX Mall. Seminar yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif berdurasi empat jam terhitung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut dimoderatori oleh Felix Tansulla (Channel Manager of SAP A1 Indonesia). Felix membahas secara detail mengenai pembelajaran SAP di BINUS CENTER untuk All-in-One Sales Distribution & Material Management. Tidak hanya sampai disitu saja, Felix juga memberikan informasi mendalam mengenai peluang karir dan kesempatan menjadi konsultan SAP All in One  di

PELANTIKAN REKTOR PERIODE 2013 – 2018 : Mendidik dengan Hati , Mempersiapkan Generasi Muda untuk Bersaing di Komunitas Global

Jakarta,  29 Agustus 2013 –  Berbekal visi  BINUS 20/20  untuk menjadi  “A world-class University in continuous pursuit of innovation & enterprise”,  berbagai program dan inovasi digulirkan selama lebih dari 30 tahun sebagai wujud nyata perkembangan pendidikan di Indonesia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran serta para Rektor dan pemimpin  BINUS UNIVERSITY selama ini. Sejak awal berdirinya, BINUS UNIVERSITY telah dipimpin oleh tiga orang Rektor yang masing-masing memiliki peran penting dalam perkembangan perguruan tinggi ini. Adalah  Dr. Ir. Th. Widia Soerjaningsih, MM., Rektor pertama untuk periode 1996-2004, Prof. Gerardus Polla, M.App.Sc., Rektor kedua untuk periode 2005-2009  serta  Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM., Rektor ketiga untuk periode 2009-2013. Selama masa kepemimpinan Dr. Th. Widia Soerjaningsih, BINUS UNIVERSITY dibangun dan berhasil menjadi Perguruan Tinggi pertama di Indonesia yang berhasil meraih  Sertifikasi ISO 9001  pada tahun  1997 . Dalam

Ferdinand Sadeli : Orang bijak senantiasa memandang resiko sebagai kesempatan, bukan ancaman”

“Orang bijak senantiasa memandang resiko sebagai kesempatan, bukan ancaman”. Pernyataan yang terucap lantang oleh seorang Direktur Eksekutif di Sinarmasland, Ferdinand Sadeli tersebut seakan menjadi cerminan bila melihat antusias para peserta yang hadir dalam acara Talking with the Expert. Acara yang dikemas dalam bentuk seminar tersebut diselenggarakan di BBS Executive Education Campus, ruang 310 pada hari Kamis, 29 agustus 2013. Pada seminar yang bertajuk ‘Fundamental of Corporate Financial Strategy’ tersebut, tampak Ferdinand berperan sebagai fasilitator mencoba mengajak masyarakat awam dan para pelaku usaha untuk mulai menyusun strategi pengelolaan keuangan yang lebih baik. Tidak sampai disitu saja, Ferdinand juga menyadari bahwa saat ini kebutuhan akan dolar Amerika yang tinggi, tidaklah luput dari disebabkan oleh biaya impor yang tinggi. Sehingga hal inilah yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah. Untuk itulah Ferdinand berharap agar mulai saat ini para pelaku usa

Tingkatkan Performa Kerja Anda dengan Bergabung di CISA Review Program BINUS BUSINESS SCHOOL – Executive Education

“Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya”, pernyataan dari Pahlawan Pendidikan bagi anak pedalam Jambi - Butet Manurung, tersebut seakan menjadi cerminan bila melihat antusias para peserta yang hadir dalam Executive Briefing CISA ® . Acara yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif tersebut diselenggarakan di BBS Executive Education Campus, ruang 302 pada hari Kamis, 29 agustus 2013. Pada acara berdurasi hampir dua jam tersebut, tampak Perdana Sastra (Vice President of CIMB Niaga) berperan sebagai fasilitator yang mengajak para peserta yang ternyata tidak berasal dari satu bidang profesi saja, namun juga ada yang berprofesi sebagai auditor, akunting dan sebagainya untuk menggali lebih dalam mengenai CISA (Certified Information Systems Auditor) dan apa saja manfaa

Terima Kasih Bang RICO CEPER

Masih terbekas dalam benak saya saat saya berduet ngeMC dengan presenter papan atas, RICO CEPER. Kalau boleh jujur, saya tidak pernah bermimpi untuk berduet ngeMC dengan selebriti. Karena saya sadar diri bahwa saya bukanlah siapa-siapa dan kemampuan saya pun masih sangat amat minim. Namun mungkin inilah kedahsyatan TUHAN atas hidup saya. Kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan begitu saja. Pada saat berduaan dengan Bang Rico, saya pun menyempatkan diri untuk sharing. Dan diluar dugaan saya, Bang Rico pun menanggapi dengan respon positif. "Tet, lo jangan down. Gw pernah ngalamin apa yang lo alamin. Dulu gw juga kayak lo. Gw pertama kali ngeMC sama artis yang lagi   booming, Alm. Taufik Savalas. Sama persis dengan situasi lo saat ini. Gw nggak tau apa-apa. Tapi seiring berjalannya waktu, yah lo liat sendiri kan Tet. Jadi gw yakin banget kalo oneday lo pasti bisa kayak gw. SEMANGAT Tet !" Sampai saat ini, petuah tersebut saya jadikan teladan dalam hidup saya

Jika anda belum dapat dipimpin, bagaimana bisa mempimpin?

Handry Satriago : “Pemimpin adalah mereka yang ingin dan dapat dipimpin !!! ” “Pemimpin adalah mereka yang ingin dan dapat dipimpin. Dimana pun mereka berada, seorang pemimpin akan selalu yakin atas apa yang akan dicapai. Pemimpin tidak akan berpura-pura hanya untuk mengejar kuasa dan kepopuleran. Pemimpin adalah mereka yang secara penuh berkarya dan bangga ketika karya mereka bermanfaat untuk orang banyak”. Pernyataan yang terucap lantang dari Bibir CEO General Electric (GE) Indonesia, Dr. Handry Satriago tersebut  seakan menjadi cerminan bila melihat antusias para peserta yang hadir dalam acara CEO Speaks on Leadership yang diselenggarakan pada hari Senin, 26 Agustus 2013. Acara yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif tersebut, tampak Firdaus Alamsjah, Ph.D (Executive Dean, BINUS BUSINESS SCHOOL) berperan sebagai moderator. Sepanjang acara yang berdurasi hampir dari dua jam lamanya ini, Dr. Handry membahas mengenai filosofi kepemimpinannya yang mencakup tenta

Orang itu saja

“Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahun, dan dari waktu ke waktu mengenai isi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak tertangguhkan, menggeletar sepanjang waktu." - Andrea Hirata

Hadi Satyagraha : “Pemimpin yang ideal adalah mereka yang mampu bertindak !!! ”

“Semesta bergerak lebih cepat daripada tindakan anda. Jadi, ketika berkaitan dengan menjalani kehidupan impian anda, cukup mulai dengan melakukan apa yang anda bisa lakukan” p ernyataan dari penulis ternama, Mike Dooley tersebut seakan menjadi cerminan bila melihat antusias para peserta yang hadir dalam acara Bedah Buku “ The Case Method : Mendidik Manajer Ala Harvard”. Dalam acara tersebut, tampak sosok sang penulis buku, Hadi Satyagraha, Ph.D secara langsung ke Kampus BINUS Senayan – The Joseph Wibowo Center pada hari Kamis, 22 Agustus 2013. Acara yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif berdurasi dua jam tersebut dimoderatori oleh Firdaus Alamsjah, Ph.D (Executive Dean, BINUS BUSINESS SCHOOL) ini membahas tentang perbedaan cara belajar Metode Kasus ( The Case Method ) dan Metode Kuliah Klasikal ( Classical Lecture Method ) seperti tertuang dalam buku berjudul “ The Case Method : Mendidik Manajer Ala Harvard” yang ditulis pada tahun 2012 dan diterbitkan oleh Pen

BINUS GROUP PROUDLY PRESENT : PORSEKARY X !!

PORSEKARY BINA NUSANTARA (Pertandingan Olahraga dan Kesenian Karyawan) is a yearly activity, which is coordinated by Human Capital & Legal Team. The purpose of this yearly event is to strengthen of relations among employees of Bina Nusantara, and also create a comfortable work environment, healthy, harmonious, and discipline. Besides that sport is an activity that is very attractive for all employee in Bina Nusantara. This is evident from the enthusiasm shown by the employees as participant in every year. In addition to this activity Bina Nusantara employees can get to know the other divisions that exist in Bina Nusantara. Sports week first held in 2001, named PORKARY I (Pertandingan Olahraga Karyawan I), this event was held because the idea of Bina Nusantara employees who have same hobbies, then gathered in their leisure time. Since then, Sports Week held regularly in every year. PORSEKARY I held since 2003, and still continue until today (PORSEKARY X). Theme of PORSEKARY X

Gathering for BINUS JWC Senayan

Having a place that we call home, someplace we can always go to. Having someone to love is indeed, a family of itself. To have both is a blessing. The statement from Donna Hedges reflects the enthusiasm of participants in the gathering event organized by and for the big family of BINUS JWC Senayan in Monday, August 19, 2013. The annual event was attended by more than just the big family of BINUS JWC Senayan. Also present was representatives of top management from BINUS UNIVERSITY, such as Iman Herwidiana Kartowisastro, Ph.D as Vice Rector I – Academic Development, Drs. Andreas Chang, MBA as Vice Rector III – Student Affairs & Community Development and Dr. Ir. Boto Simatupang, MBP as Vice Rector IV – Collaboration & Institutional Development.                                       The purpose of the event, which lasted for two hours, is more than just introducing everyone and improving cooperation. Another purpose of the event is to improve the intensity of communication a

When I was your (wo)man

“Cinta pertama itu tetap unggul, mencakar-cakar kerinduan dan kenangan, menyembunyi dan merahsiakan sebahagian keanehannya, dan akhirnya menjadi sukar dimengerti, apalagi disambung" Satu suku. Satu TUHAN. Bertahun-tahun lamanya bersama. Saya tersungkur dan terjerembab dalam duka ketika menyadari seseorang yang lalu tidak sama seperti Pria Inisial H.  Pria yang  menyimpan kelembutan tak menepi. Dan kini saya dan Pria Inisial H bertemu kembali. Namun tetap; terpisah.  Tak akan lagi mampu menjadi satu, yang disebut kita.  Terlalu banyak pihak yang tersakiti. Rasanya mustahil tuk kembali bersama.  Yang mampu kami lakukan hanyalah menebus kesalahan yang lalu dengan seseorang yang baru.  Belajar mencinta dengan mereka yang tak mengenal kami. Hanya TUHAN yang tahu, kisah kami hanya sebatas cerita. Hanya menjadi HANYA

African Man aja tahu tentang Batak lho !

Akhirnya, kali ini giliran saya yang mendapat jatah menjawab pertanyaan klasik dari keluarga besar. Pertanyaan yang kerap membuat telinga memerah lantaran bingung mencari jawaban. "Udah ada calonnya belum? Kalau udah, jangan diundur-undur. Tunggu apa lagi? Kamu sudah bekerja. Nikah ajalah. Jangan terlalu mencari kecocokan, kalau kamu nunggu kecocokan sampai 100% mah nggak akan dapet. Cari yang 60% aja cukup. Kan manusia nggak ada yang sempurna" Sebenarnya, saya sudah tahu jawabannya. Siapa juga yang mau betah berlama-lama mencari partner hidup? Suatu saat, Mama meminta saya untuk tidak terlalu fokus mencari pasangan hidup bersuku Batak, yang penting seIman. Namun permintaan tersebut saya tepis lantaran saya sangat yakin suatu saat saya mendapatkan pasangan hidup yang seSuku dan seIman. Menyikapi hal tersebut, saya bercerita kepada salah satu teman saya, Oki. Kontan Oki pun sependapat dengan Mama. Oki : "Ni, sekarang gw tanya deh. Lo udah berapa kali pac